Tidak bisa dipungkiri bahwa pada saat ini banyak wanita yang ikut bekerja untuk mendapatkan tambahan penghasilan sehingga tidak terlalu memberikan beban kepada suami. Banyak pandangan terhadap persoalan wanita karir ini. Bagaimanakah Islam memandang hal ini ?

 

Islam merupakan agama yang selalu ada mengiringi setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia, bukan hanya soal akhirat, tetapi juga persoalan di dunia. Termasuk dalam hal ini tentang wanita. Islam sangat memuliakan wanita. Kita semua tahu bahwa di masa jahiliyah, wanita diperlakukan semena-mena, seolah tidak ada martabatnya. Kemudian datanglah Islam, menyelamatkan kedudukan wanita dan memuliakannya sampai sekarang.

 

Lantas, bolehkah wanita bekerja sebagai wanita karir ? Bukankah tempat terbaik bagi seorang wanita adalah di rumah ?

Allah SWT berfirman,

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Yang dimaksud dengan ayat ini adalah hendaklah wanita berdiam di rumahnya dan tidak keluar kecuali jika ada kebutuhan.

 

Akan tetapi, Islam bukanlah agama yang mengekang para wanita agar tidak sama sekali keluar dari rumahnya. Karena di beberapa keadaan kehadiran seorang wanita dibutuhkan, termasuk di dalam pekerjaan. Lantas bagaimana Islam mengatur wanita saat hendak keluar rumah ?

 

MENDAPATKAN IZIN DARI WALI

Wali adalah kerabat seorang wanita yang mencakup sisi nasabiyah (garis keturunan, seperti dalam An Nuur:31), sisi sababiyah (tali pernikahan, yaitu suami), sisi ulul arham (kerabat jauh, yaitu saudara laki-laki seibu dan paman kandung dari pihak ibu serta keturunan laki-laki dari keduanya), dan sisi pemimpin (yaitu hakim dalam pernikahan atau yang mempunyai wewenang seperti hakim). Jika wanita tersebut sudah menikah, maka harus mendapat izin dari suaminya.

 

BERPAKAIAN SECARA SYAR’I

Syarat pakaian syar’i yaitu menutup seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan (wajah dan telapak tangan, -ed), tebal dan tidak transparan, longgar dan tidak ketat, tidak berwarna mencolok (yang menggoda), dan tidak memakai wewangian.

 

AMAN DARI FITNAH

Maksudnya adalah wanita tersebut sejak menginjakkan kaki keluar rumah sampai kembali lagi ke rumah, mereka terjaga agamanya, kehormatannya, serta kesucian dirinya.

 

ADANYA MAHRAM KETIKA MELAKUKAN SAFAR

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” [HR. Bukhari dalan Shahihnya (no. 1862), Kitab “Jazaa-ush Shaid”, Bab “Hajjun Nisaa’”; Muslim (no. 1341), Kitab “al-Hajj”, Bab “Safarul Mar-ah ma’a Mahramin ilal hajji wa Ghairihi”, dari Ibnu ‘Abbas]

 

Referensi : www.muslimah.or.id