Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia.  Ngomong-ngomong masalah pangan, pasti akan bersentuhan dengan tingkat kesejahteraan rakyat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.

Moms, tau gak ? Angka Kelaparan Global yang dilansir oleh lembaga International Food Policy Research Institute (IFPRI), posisi Indonesia menurun dari tingkat kelaparan medium di posisi 19,1 menjadi 22,1 pada 2016 dan 22 pada 2017. Angka index di atas 20 menandakan di Indonesia telah terjadi kelaparan pada level serius pada sebagian penduduknya terutama balita, akibat kurang gizi, kurang berat badan dan mengalami stunting (katai).

Kondisi ini diperkuat dengan munculnya kasus kelaparan di Maluku. Kelaparan yang dialami oleh sekitar 170 warga komunitas adat terpencil itu dilaporkan terjadi sejak awal Juli lalu, tetapi baru diketahui oleh pemerintah setempat kira-kira dua minggu kemudian.

Agar tidak mati kelaparan, sebagian warga yang mendiami kawasan hutan di pegunungan di Kabupaten Maluku Tengah itu dilaporkan sempat mengganjal perutnya dengan makan dedaunan. Astaghfirullah, coba bayangkan kalau kita yang berada di posisi mereka Moms.

Intinya masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang masih kekurangan makanan. Syukur dan peduli adalah kuncinya. Kita harus senantiasa bersyukur karena masih diberikan nikmat berupa makanan yang cukup dan layak. Kita juga harus peduli dengan keadaan saudara-saudara kita di luar sana yang membutuhkan uluran tangan kita.

Setelah tahu keadaan ini, kita harus mulai menyadari bahwa dalam setiap apa yang kita makan itu ada saudara kita di luar sana yang dalam satu hari entah makan tiga kali, dua kali, sekali, atau bahkan tidak makan sama sekali.

 

Referensi :

  • ekbis.rmol.co
  • bbc.com