Setiap orang tua pasti menginginkan kebaikan mengiringi buah hatinya. Doa adalah kado terbaik yang senantiasa diberikan oleh orang tua untuk anaknya. Memang terdengar seperti suatu hal yang kecil, namun siapa yang gak tahu bagaimana kekuatan doa orang tua untuk anaknya.

Sebagai umat Muslim, setiap orang tua dianjurkan untuk memberikan doa perlindungan untuk anak di pagi dan sore, atau kapanpun jika kita mampu. Pun ketika anak hendak tidur. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau mengambil posisi di tempat tidur, beliau tiup di kedua tangannya, kemudian beliau membaca al-mu’wwidzaat ((Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas) kemudian beliau usap seluruh badannya dengan kedua tangannya.” (HR. Bukhari no. 6319)

Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah cara mempraktikannya apakah meniup kedua tangan terlebih dahulu baru membaca al-mu’awwidzat atau sebaliknya ?

Yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa praktiknya adalah membaca al-mu’awwidzat terlebih dahulu lalu meniupkan ke kedua tangannya. Karena jika dilihat dari sisi makna, maksud dari tiupan adalah agar mendapatkan berkah dari bacaan al-mu’awwidzaat yang sudah dibaca sebelumnya. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hajar rahimahullah, dan juga difatwakan oleh Lajnah Daimah di masa Syaikh ‘Abdul ‘Aziiz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimahullah. Namun, tidak masalah (boleh) jika seseorang meniup kedua tangan terlebih dahulu baru kemudian membaca al-mu’wwidzat, sebagaimana pendapat Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam hal ini. Wallahu  a’lam.

 

Doa-doa seperti itu yang harus kita ajarkan kepada anak, agar kelak mereka bisa mengamalkannya sendiri dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sebelum anak bisa mempraktikannya, tugas kita sebagai orang tua untuk membimbing mereka.

 

___

Referensi : muslimah.or.id