Setiap Muslimah yang sudah memiliki suami tentu menginginkan predikat sebagai Istri Shalihah. Tak hanya bagi sang istri, seorang suami pun pasti mendambakan memiliki sosok Istri Shalihah yang mendampingi kehidupannya. Namun bagaimana sih  Moms, cara kita meraih predikat ini ? Salah satu cara yang harus dilakukan oleh seorang wanita adalah harus senantiasa taat dan menghormati suaminya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

 

Dalam menggapai predikat Istri Shalehah itu tentunya butuh perjuangan yang berat yang diiringi oleh keimanan yang kuat. Terdapat salah satu kisah shahabiyah yang tertuang dalam sebuah hadits.

Dalam hadits ‘Umar radhiyallahu ’anhu diceritakan: “Kami dari kalangan Quraisy biasa mengalahkan wanita-wanita kami ketika kami datang ke kota al-Madinah berjumpa dengan kaum al-Anshar. Tiba-tiba kami dapati mereka adalah kaum yang dikuasai oleh kaum wanita. Hampir-hampir saja wanita-wanita kami meniru kebiasaan wanita-wanita al-Anshar. Aku pernah membentak istriku, namun ia melawan. Aku menyalahkan perbuatannya yang melawan diriku. Istriku menjawab, “Mengapa engkau menyalahkan diriku yang melawan kepadamu? Demi Allah sesungguhnya istri-istri nabi pun melawan beliau. Sampai ada salah satu istri beliau yang meninggalkan sehari semalam.”

Pernyataan istriku itu sungguh membuat diriku terkejut. Akupun berkata, “Sungguh celaka wanita yang melakukan perbuatan seperti itu.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 5191)

 

Perkara dalam sebuah rumah tangga adalah hal yang wajar. Namun yakinilah bahwa ada hikmah dibalik setiap perkara yang terjadi. Pun demikian, menjadi istri shalehah tidak terlepas dari hal-hal demikian. Banyak halangan dan rintangan yang akan menghadang. Untuk menghadapi semua itu, kita harus menyiapkan keimanan yang kuat agar tetap patuh dan taat kepada syariat sebagai seorang istri.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila ditimpa kemarahan dari setan, mereka segera ingat kepada Allah maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahan mereka).” (QS. Al-A’raf : 201)

 

SABAR DAN SYUKUR

Sabar dan syukur adalah kuncinya, namun melaksanakannya tak semudah mengucapkannya. Sabar ketika menghadapi setiap perkara serta menahan diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh suami, dan senantiasa menyadari bahwa memiliki suami shalih yang taat pada syariat merupakan anugerah istimewa yang harus disyukuri.

Ibnul Jauzi mengatakan, “Tidaklah ada dalam beban syariat ini sesuatu yang lebih susah daripada bersabar menghadapi ketetapan, dan tidak ada sesuatu di dalamnya yang lebih utama daripada bersikap ridha terhadapnya.” (Shaidul Kathir hlm. 107)

Inginkah Anda, wahai wanita shalihah melanjutkan perjalanan ini hingga meretas ke surga? Sabar dalam meniti tangga biduk cinta, menguatkan hati untuk mensyukuri kebaikan suami niscaya Anda akan menjadi pengantin akhirat.

 

BUAH MANIS DARI KETAATAN

“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya dia akan masuk surga dari pintu-pintu surga yang dia sukai.”

(HR. Ahmad dalam Musnad-nya no. 1661, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 4151, dihasankan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1931)

 

Sebagai seorang Muslimah, kita harus senantiasa meminta petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT sehingga ketaatan terhadap suami akan terasa lebih ringan. Senantiasa menjadi keluarga yang diridhai Allah SWT dan dirindu oleh surga-Nya.

 

Referensi :

muslimah.or.id