Khamr, Perusak Akal, Pembakar Amal - AMILY HIJAB

Khamr, Perusak Akal, Pembakar Amal

5 bulan yang lalu      Informasi

Khamr adalah  segala sesuatu yang menutupi akal. Seuatu yang  diharamkan karena dapat merusak akal manusia.

Tujuan diharamkannya khamr oleh Syariat Islam adalah Terjaganya akal sehat manusia. Islam menghendaki agar setiap muslim dapat berpikir jernih setiap saat. Apabila akal sehat sudah terganggu, tak jelas lagi mana yang benar dan salah serta penilaian terhadap hal yang baik dan buruk pun akan suram.

Begitu seriusnya syariat islam dalam menjaga akal sehat  manusia, zat yang berpotensi membuat mabuk dan kecanduan itu tetap diharamkan meskipun dikonsumsi hanya sedikit dan tidak sampai membuat mabuk. Rasulullah SAW bersabda :
Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukan, maka sedikitpun juga haram.” (H.R Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni dan dia menshahihkannya).

Lebih jauh lagi Rasulullah SAW bersabda :
Dari Ibnu Umar, ia berkata : “Telah dilakanat Khamr atas sepuluh hal : Khamr itu sendiri, Peminumnya, Yang menuangkannya, Penjualnya, Pembelinya, Yang memerasnya, Pemiliknya, Yang membawanya, Yang minta diantarinya, Yang memakan harganya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah – dalam Nilul Authar Juz 5 Hal.174). Jadi, islam tidak hanya mengharamkan khamr, namun juga mengharamkan bisnisnya , baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selain, khamr dapat merusak akal namun juga dapat membakar amal kita, Rasulullah SAW bersabda :"Barangsiapa meminum khamr, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Dan, jika mengulanginya keempat kalinya, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat maka Allah tidak mengampuninya dan Dia mengguyurnya dengan air sungai al-khabal." Ada yang bertanya, "Wahai Abu Abdurrahman (Nabi), apakah sungai al-khabal itu?" Beliau menjawab, "Air sungai dari nanah para penghuni neraka." (HR. At-Tirmidzi 1862, shahih).

Na’udzubillahi min dzalik, apabila shalat tidak diterima, rasanya tidak ada gunanya hidup di dunia, karena shalat adalah tiangnya agama dan hal yang pertama kali dihisab di Yaumul Hisab nanti.

Maka dari itu, hindarilah khamr dan segala jenis yang dapat mengurangi fungsi akal. Dengan menghindari khamr, berarti kita telah menjauhi pangkalnya kemaksiatan. Insya Allah :)

 

Artikel Lengkap & Produsen Khimar Antem

www.amilyhijab.com




Komentar Artikel "Khamr, Perusak Akal, Pembakar Amal"