Kekhawatiran Muslimah Amerika Serikat - AMILY HIJAB

Kekhawatiran Muslimah Amerika Serikat

1 tahun yang lalu      Informasi

Donald Trump terpilih menjadi Presiden pada Pilpres Amerika Serikat pada tanggal 08 November 2016 dan berhasil mengalahkan Hillary Clinton. Presiden terpilih akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2017.

Terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden merupakan kemenangan manis bagi dirinya. Namun, tidak bagi para Muslimah yang berada di sana. Mengapa? Karena pada saat kampanye Pilpres, Donald Trump pernah mengemukakan kata-kata yang sangat kontroversial, yakni mengenai muslim yang tidak boleh masuk ke Amerika jika dirinya terpilih.

Benar atau tidak yang ia katakan akan dilaksanakannya, membuat para muslim di Amerika Khawatir. Pasalnya, saat ini ia sudah terpilih menjadi Presiden, meskipun belum dilantik.

Kekhawatiran ini bukan beralasan, pada desember lalu, ia mendukung diadakannya pengawasan khusus untuk masjid. Trump juga menyarankan secara terbuka untuk membuat database guna melacak semua muslim Amerika. "Kita harus waspada," ujar dia kala itu.

Para siswa menangis karena mereka takut akan saudaranya, atau mereka khawatir menggunakan penutup kepala di tempat umum.
Seorang muslimah Reem Subei, mengaku bahwa kedatangan Trump di Gedung Putih akan membuat orang-orang yang rasis menjadi lebih berdaya.

Ia juga mengaku melihat adanya perubahan semenjak Trump memulai kampanyenya, di mana orang-orang lebih vokal mengatakan bahwa muslim tak diinginkan.

Tak hanya Reem Subei, banyak muslimah Amerika yang juga merasa tak aman mengenakan hijab atas terpilihnya Trump menjadi Presiden AS.

"Temanku yang memakai hijab: Aku takut. Aku benar-benar merasa kepalaku menjadi sasaran. Pemilihan Presiden sangat berbeda bagi banyak dari kita," tulis @Ezaffar dalam Twitter-nya seperti dilansir Evening Standard.

Akun Twitter @yoitsaxia juga mencuit hal serupa. "Sebagai perempuan muslim yang memakai hijab dan tinggal di New York City, aku sangat takut atas keselamatan diriku dan keluargaku."

Sementara itu akun Twitter @_ItsFatimah menyebut bahwa dirinya tak akan takut dengan Donald Trump. "Aku merupakan muslim yang bangga. Aku bangga memakai hijab. Aku mungkin takut akan keselamatanku, tapi aku tak akan membiarkan diriku takut dengannya."

Kita tidak tahu, apakah hal ini akan dilakukan oleh Presiden Terpilih atau hanya sensasi belaka. Namun, Apa yang akan kita lakukan jika hal ini menimpa suadara muslim kita yang berada di sana?


Semoga Allah SWT selalu melindungi suadara seiman kita di sana.Amiin 

 

Artikel Lengkap & Produsen Khimar Antem

 




Komentar Artikel "Kekhawatiran Muslimah Amerika Serikat"