Ingin Sukses? Ini 7 Kunci Kesuksesan ala Jepang - AMILY HIJAB

Ingin Sukses? Ini 7 Kunci Kesuksesan ala Jepang

7 bulan yang lalu      Motivasi

Jepang, begitu kita mendengar nama negara tersebut, kita langsung mengambil persepsi bahwa Jepang itu negara yang maju, disiplin, dan lain sebagainya.

Selain terkenal dengan pesatnya kemajuan teknologi, bangsa Jepang juga dikenal mampu memelihara budaya, tradisi, dan kearifan lokal.

Di lingkungan kerja bangsa Jepang, dikenal adagium soshiki wa iki mono (organisasi adalah makhluk hidup). Manusia adalah makhluk yang berbudaya adiluhung, sehingga mampu beradaptasi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap bangsa pastilah memiliki kunci sukses dan budaya tersendiri di dalam memajukan peradabannya, begitu pula Jepang.

Berikut ini 7 kunci sukses dan budaya bangsa Jepang, bersumber dari buku ‘’Bekerja ala Jepang’’. Selamat bereksplorasi.

Pertama, budaya 5S. Budaya 5S ini meliputi Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Seiri (ringkas) bermakna membuang barang yang usang, menyiapkan perlengkapan yang diperlukan sesuai kebutuhan. Seiton (rapi) berarti tepat di dalam menentukan tempat penyimpanan dan di dalam pelabelan. Seiso (resik) bermakna menjaga kebersihan sehingga tercipta suasana kerja dan lingkungan yang sehat dan kondusif. Seiketsu (rawat) berarti menjaga kebersinambungan kinerja dan produktivitas, misalnya dengan membuat peraturan, monitoring, dan evaluasi secara berkala. Shitsuke (rajin) memiliki maksud untuk evaluasi apakah budaya 4S telah menjadi kebiasaan, misal dengan membuat dan menerapkan standar operating procedures.

Kedua, genchi-genbutsu. Genchi-genbutsu adalah budaya atau kebiasaan untuk melihat langsung realita di lapangan. Budaya ini serupa dengan Genba, Genbutsu, Genjitsu. Budaya ini untuk menghindari asumsi tanpa bukti nyata, juga untuk mencegah informasi datang dari sumber yang tidak terpercaya. Budaya ini sangat bermanfaat untuk menemukan penyelesaian cerdas yang solutif dan mengenai akar persoalannya. 

Ketiga, horenso. Horenso adalah akronim dari HOkoku (melapor), RENraku (memberitahu atau kontak), dan SOdan (diskusi atau konsultasi). Horenso ini merupakan sistem yang harus dijalankan secara totalitas, komprehensif, dan berkesinambungan. Hokoku bagi penerima laporan berguna untuk memahami kondisi nyata di lapangan, sarana edukasi staf junior, mengontrol proses dan kualitas hasil pekerjaan. Bagi pelapor, hokoku memiliki fungsi evaluasi dan kesempatan belajar dari para senior. Renraku perlu mempertimbangkan sistematika pelaporan, materi dan uraian jelas, bahasa lugas, sesegera mungkin, menjangkau semua pihak yang berkepentingan, melalui media yang tepat. Sodan perlu mempertimbangkan teman diskusi yang tepat, situasi kondusif, sudah memiliki asumsi pribadi sebelum berdiskusi atau berkonsultasi.

Keempat, kodo yon gensoku. Kodo yon gensoku secara harfiah berarti empat prinsip atau budaya kerja. Meliputi okina koe de (bersuara keras), bergerak sigap (kibikibi kodo), memberi salam terlebih dahulu (jibun kara aisatsu), bekerja dengan senyuman dan ceria (akarui egao). Prinsip kerja ini telah begitu membudaya di berbagai perusahan di Jepang, sehingga efektif di dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas.

Kelima, Budaya ini tidak boleh dilakukan oleh umat muslim, karena haram. Yaitu  nominikesyon. Nominikesyon adalah budaya untuk menjalin komunikasi melalui acara pesta minuman. Minuman yang disajikan biasanya minuman keras khas Jepang, seperti sake, wine, bir, anggur putih, atau minuman beralkohol lainnya. Acara pesta minum-minuman keras ini disebut sebagai nomikai.

Keenam, bonenkai. Bonenkai adalah festival nomikai akhir tahun dalam skala besar. Biasanya sangat dinantikan semua orang Jepang. Untuk merayakan momentum pergantian tahun, bonenkai diselenggarakan dengan amat meriah. Hidangan yang disajikan pun juga sangat beragam, super lezat, dengan kualitas nomor satu. Acara yang disajikan pun bermacam-macam, mulai dari musik atau lagu, tari-tarian, tebak-tebakan, hingga pemberian hadiah.

Ketujuh, shokujikai. Shokujikai adalah budaya untuk mengakrabkan antarkaryawan atau pegawai melalui makanan, tanpa disertsi minuman beralkohol. Budaya ini sebagai alternatif dari nomikai. Melalui shokujikai, keakraban dan persahabatan dengan rekan kerja di kantor menjadi semakin erat. Komunikasi non formal dapat terjalin lebih mesra antara senpai dan kohai.

Itulah 7 kunci kesuksesan ala Jepang, namun 6 kunci yang bisa kita contoh. Di dalam islam, kita memang diperintahkan berusaha untuk mencapai suatu kesuksesan, namun jangan sampai membuat kita lupa pada akhirat. Sertai usaha dengan do’a, setelah itu kita bertawakal kepada Allah SWT, karena hakikatnya Allah SWT yang menentukan semuanya.

Artikel Lengkap & Produsen Khimar Antem Terbaik

www.amilyhijab.com

Sumber : http://www.ummi-online.com/7-kunci-sukses-dan-budaya-jepang-yang-selama-ini-masih-dirahasiakan.html




Komentar Artikel "Ingin Sukses? Ini 7 Kunci Kesuksesan ala Jepang"