Gunakan Baper pada Tempatnya - AMILY HIJAB

Gunakan Baper pada Tempatnya

5 bulan yang lalu      Motivasi

Apa itu baper? Pasti semuanya sudah tahu apa itu baper. Yap, benar sekali, dalam kamus gaul, baper adalah akronim dari “Bawa Perasaan” maksudnya seseorang yang menyaksikan atau mendengar suatu hal, kemudian perasaannya terbawa akan hal yang disaksikan atau didengar tersebut.

Dari judul di atas, Gunakan Baper pada Tempatnya itu bagaimana ya?
Begini, misalnya, ada seorang ayah yang heroik karena telah berhasil membesarkan lima anaknya sampai sukses tanpa didampingi istrinya, kemudian kita menangis karena terharu dengan perjuangannya, sampai kita pun terinspirasi untuk hidup seperti ayah tersebut. Ini baper yang tepat.

Yang kurang tepat bagaimana?
Misalnya, kita berbuat suatu kesalahan, kemudian teman kita memberikan nasihat dengan cara yang baik. Karena kita terbawa perasaan dan kurang menerima dengan nasihatnya, akhirnya kita jadi bermusuhan dengannya. Ini baper yang kurang tepat , boleh dikatakan orang yang seperti ini orang gampangan, mudah emosi alias darah tinggi.

Dalam kehidupan sosial, mengelola atau menyikapi baper ini bisa dibilang susah-susah gampang. Semakin kuat ikatan emosionalnya, biasanya baper akan mudah terjadi. Tidak jarang, dua sahabat yang tadinya akrab melebihi saudara tiba-tiba bisa berubah drastis jadi bermusuhan. Padahal sesungguhnya mereka tidak saling benci. Atau sebaliknya, jika di awal sudah enggak suka, diberi masukan yang berbeda sedikit (padahal tidak ada maksud benci atau yang lain) langsung kecewa, sakit hati, terluka, merasa teraniaya, lalu putus hubungan. 

Lalu, bagaimana cara supaya kita bisa baper pada tempatnya? Dikutip dari www.ummi-online.com ada 4 cara, kita belajar bersama ya.

Yang pertama, jangan jadi orang yang terlalu perfeksionis. Wajar semisal kita salah, manusia biasa gitu. Jadi enggak usah frustasi ketika dikritik karena melakukan kesalahan, apalagi sampai mengurung diri kemudian bunuh diri. Santai saja. Kita manusia normal. Salah itu biasa. Yang penting adalah mau belajar dari kesalahan dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Yang kedua, bersikaplah terbuka dengan apa yang ada di sekitar. Don't take anything personally, terutama hal-hal yang bisa mengiris hati.

Yang ketiga, jangan memposisikan diri sebagai korban. Kok bahagia sih jadi korban. Ya, kan? Dikritik 100 orang? Santai aja sih (walau hati ngap-ngapan, namanya manusia normal ya). Lihat di luar sana, ada yang dihujat sejuta orang ya tenang aja. Lhah, kita cuma seratus orang udah pengin gila. 

Yang keempat, bersikap profesional. Misal, untuk hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan rasanya sangat tidak etis kalau kita stay cool sok enggak peduli. Sikap solutif hanya dimiliki oleh orang yang peka pada sekitar. Logis, kok. Sekarang gimana bisa ngasih solusi kalau yang bersangkutan tidak peduli? Untuk hal-hal seperti ini, baper positif sangat diperlukan. Tapi untuk hal-hal yang berhubungan dengan pribadi, sebaiknya kita berusaha untuk tidak berprasangka karena kita tidak tahu persis motif orang yang berpotensi bikin baper itu apa. Sengaja atau tidak sengaja biarkan itu menjadi urusan dia dengan Yang Di Atas. Kita harus melanjutkan perjalanan hidup, tidak boleh terjebak baper negatif.

Bagimana? Semoga kita bisa menggunakan baper pada tempatnya ya, manusia memang tidak ada yang sempurna, tugas kita sekarang adalah belajar untuk memperbaiki diri.

 

Artikel Lengkap & Produsen Khimar Antem Terbaik

 www.amilyhijab.com




Komentar Artikel "Gunakan Baper pada Tempatnya"