Cara Berdo’a Spesifik, Sesuaikah dengan Ajaran Islam? - AMILY HIJAB

Cara Berdo’a Spesifik, Sesuaikah dengan Ajaran Islam?

1 tahun yang lalu      Informasi

     Sebagai umat Islam, do’a merupaka suatu keharusan. Allah menyukai orang-orang yang dekat dengan-Nya dengan cara berdo’a. Dengan berdo’a, dapat menunjukkan bahwa kita tidaklah sempurna. Hal itu juga sebagai bukti bahwa kita tidak mampu berbuat apa-apa tanpa bantuan dari Allah SWT.

     Namun saat ini sering kita temui anjuran untuk berdo’a secara spesifik dan sejelas mungkin, bahkan harus terbayangkan apa yang dido’akan. Sehingga orang beramai-ramai mencari gambar sesuatu yang diinginkan, menempelkannya di dompet dan mengelusnya setiap hari dan berharap do’anya segera dikabulkan oleh Alloh SWT. Namun kita harus sadari, apakah cara tersebut sesuai dengan ajaran agama Islam?

     Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berdo’a secara spesifik, apalagi dengan terus-menerus. Karena berdo’a dengan terus-menerus itu seperti mengayuh sepedah, terus menerus mengiringi ikhtiar hingga sampai ke tempat tujuan denga kata lain do’a kita terkabul. Selain itu, berdo’a dengan berulang-kali juga memang diperintahkan dalam Islam.

     Ibn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (H.r. Muslim).

     Ternyata, cara berdo’a spesifik dan sejelas mungkin seperti diatas tidak ada hadist shohih yang mengajarkan demikian. Selain itu, cara tersebut juga kurang pantas dilakukan karena berbagai alasan.

“Berdo'alah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri (tadharru') dan rasa takut (khufyah), sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Al-A'raf : 55)

     Sadarkah kita? saat kita meminta sesuatu atau pertolongan kepada sesama manusia saja kita merasa segan dan hormat, apalagi kepada Allah SWT. Jadi kita berdo’a juga harus dengan penuh kerendahan diri dan tidak memaksa sifatnya.

     Kita tidak mengetahui, sedangkan Alloh SWT Yang Maha Mengetahui dan Maha Merencanakan. Tugas kita sejatinya meminta yang terbaik untuk dunia dan akhirat kita. Seperti dalam do’a istikharah, kita meminta diteguhkan dalam pilihan dengan berlandaskan ilmu-Nya, bukan ilmu kita. Sedangkan berdo’a spesifik dan sejelas mungkin jauh dari makna suatu permohonan. Ada sebuah kisah dari Ibnu Athailah dalam kitab Al-Hikam. Seseorang meminta kepada Allah SWT untuk dicukupi setiap hari dengan dua potong roti, segelas air, dan segelas susu, tanpa perlu lagi ia bekerja. Sehingga Allah SWT membuat skenario sehingga si pendo’a itu masuk penjara. Alhasil dalam penjara ia mendapatkan dua potong roti, segelas air dan segelas susu setiap hari, tanpa bekerja. Do’anya dikabulkan dan ia menyesali keadaannya yang kemudian menyalahkan Allah SWT.

     Bersyukurlah terlebih dahulu ucapkan alhamdulillah sebelum berdo’a. Karena Allah Swt sudah memberikan kita banyak hal baik, bahkan yang tidak kita minta kepada-Nya.

 

     “Apabila seseorang diantara kamu berdo’a, maka hendaklah ia mendahuluinya dengan alhamdulillah dan puji-pujian lainnya, lalu bershalawat kepada Nabi dan kemudian ia berdo’a dengan apa yang ia kehendakinya,” (HSR. Abu Daud).

     Kemudian selain itu, kita dianjurkan berdo’a dengan mengangkat kedua tangan secara terbuka, bukannya dengan mengelus-elus gambar dari hal yang kita inginkan.

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha pemalu lagi Maha pemurah terhadap seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya (berdoa), kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, di shahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ 2070).

 

Wallahualam. Semoga Bermanfaat J




Komentar Artikel "Cara Berdo’a Spesifik, Sesuaikah dengan Ajaran Islam?"